Header Ads

Lebaran dan pertanyaan yang tidak pas

Bulan puasa tahun kemaren aku masih di jogja, masih wara wiri nyari dosen pembimbing skripsi saya dan tentu saja saya termasuk jamaah maghrib yang rajin di masjid Nurul Islam Jakal (yang pernah kuliah jogja dan tahu apa yang saya maksud berbahagialah haha) ada satu hal yang aku ingat yaitu sebuah baliho besar yang ada di perempatan sagan di dekat hotel MM UGM, baliho berwarna dominan kuning yang mengatasnamakan ECC UGM itu bertuliskan "sudah siapkah lebaran? kerja dimana sekarang?" sebuah iklan yang menurutku lucu, agak sarkas, menggelitik dan cerdas untuk sebuah organisasi pencari kerja. entah sekarang baliho itu masih ada atau tidak karena selama romadhon tahun ini aku gak lewat perempatan sagan karena sudah gak kuliah dan tentunya sudah gak di jogja

Hari lebaran merupakan hari yang meriah rakyat indonesia harinya berkumpul harinya bersilaturahim dan harinya berbagi, ketika kecil kita hanya akan diliputi kebahagiaan karena akan mendapat "sangu" dari saudara-saudara kemudian berkumpul dengan saudara-saudara jauh memakai dan memamerkan pakaian baru, semua begitu bahagia dan menyenangkan ketika kita masih kecil. namun ada beberapa perbedaan antara lebaran ketika anak dan dewasa, ketika kita dewasa kita harus menerima kenyataan bahwa ketika suwen simbah tidak ada lagi uang 20an ribu yang diberikan ke saku baju koko kita, tidak ada lagi ajakan dari orang tua di tanggal-tanggal terakhir bulan romadhon untuk berangkat ke pasar, makin sedikit yang saudara jauh yang pangling dan mengatakan kita lucu haha, dan tentu saja arah pembicaraan berubah pertanyaan-pertanyaan yang tidak ingin ataupun enggan dijawab pun mulai muncul

ketika sudah muncul pertanyaan "sekarang kuliah di mana?" ini hanyalah awal, ketika dulu pertanyaan ini sempat mampir padaku masih bisa lah dijawab dengan sedikit mantap dan sunggingan senyum pada semester awal, beberapa tahun kemudian pertanyaan berganti "kapan lulus?", "sudah lulus belum?" pertanyaan ini masih mudah dijawab ketika kita baru masuk tahun ke tiga dari masa kuliah tapi pertanyaan ini akan sedikit mengusik dan nampak malas dijawab tapi selama pertanyaan ini belum kau jawab dengan jawaban yang mereka harapkan tiap tahun siklus ini hanya akan terus dan terus berulang, berbahagialah kalian yang bisa lulus dalam 3,5 atau 4 tahun pertanyaan itu mungkin biasa saja haha , lalu ketika pertanyaan ini dijawab bukan berarti kalian akan bebas dari pertanyaan-pertanyaan yang tidak anda harapkan, pertanyaan yang akan muncul kemudian adalah "sekarang kerja dimana?", "sekarang kerja apa?" buat mereka yang beruntung sudah mendapat kerja yang diinginkan mungkin pertanyaan ini akan mudah dan enteng dijawab namun bagi mereka yang kebetulan belum sempat mendapatkan kerja ataupun memang tidak mau bekerja dan menginginkan menjadi bos sendiri apalagi masih merintis dengan lilitan utang maka pertanyaan ini agak sungkan dijawab dan kalaupun dijawab apa adanya biasanya senyum mereka berbeda, ketika pertanyaan itu terjawab ataupun belum kita akan dihadapkan lagi pada pertanyaan yang lebih mudah tapi susah dijawab untuk beberapa orang "kapan menikah?" pertanyaan ini akan menyulitkan baik yang sudah punya calon ataupun belum apalagi jika pertanyaan selanjutnya belum sempat terjawab dengan memuaskan, ketika sunah nabi dan pertanyaan tersebut sudah terjawab bukan berarti di hari lebaran kita akan tenang namun pertanyaan lanjutan yang mengusik hati kita justru bertambah "kapan punyan anak?", "anaknya sekolah dimana?" dan pertanyaan lainnya siap menunggu kita tiap tahunnya seakan lebaran hanyalah lingkaran setan tak berujung akan pertanyaan-pertanyaan yang tidak nyaman tersebut, seolah eksistensi kita dipertanyakan ketika tidak mampu dijawab dengan memuaskan, dan hal lainnya kadang pertanyaan-pertanyaan tersebut bukan didasari kepedulian namun lebih seperti kepo istilahnya dan kadang lagi ini sekedar untuk membanggakan diri sendiri dengan membandingkan eksistensinya dengan kita

dan celakanya hari lebaran seperti ini dengan segala suasanan silaturahim dan maaf memaafakn ini seolah menjustifikasi bahwa menanyakan hal yang sensitif adalah boleh dan diperbolehkan bahkan di depan umum, bagaimana mindset masyarakat kita masih sangat simpel dan mengikuti pola lahir-sekolah-bekerja-berkeluarga-mati pola seperti itu seakan sudah dipropagandakan sedemikian rupa ke dalam masyarakat kita dan seperti memaksa kita harus mengikutinya, propaganda memang kadang menyampaikan pesan yang benar namun seringkali menyesatkan karena biasanya propaganda hanya menyampaikan fakta yang mendukung saja dan tidak menampilkan fakta yang menolak sehingga tidak ada keberimbangan, sehingga menghasilkan pengaruh yang lebih banyak melibatkan reaksi emosional daripada rasional, nah....

iklan yang ada di perempatan sagan ramadhan tahun kemarin seperti hanya membenarkan pendapat masyarakat atau kalau bisa aku bahsakan "wes kerjo durung koe? wes siap ditakoni sedulur-sedulurmu? ora isisn nek durung kerjo?"

tentu tidak semua pertanyaan seperti itu berniat buruk, tentu ada yang memang tulus bertanya dan benar-benar peduli tapi kok ya rasanya sering bikin ngganjel di hati ya, maka mungkin kita bisa memulai mengingatkan pada diri kita sendiri untuk tidak menanyakan hal-hal yang sensitif pada saudara dan teman kita, mungkin kita bisa coba pertanyaan yang lebih mengantusiaskan orang yang ditanya pada orang yang masih belum lulus kuliah tanyalah tentang liburannya, pada orang yang belum menikah tanyakanlah pekerjaannya dan yang lainnya dan terakhir jangan juga kita menyalahkan penanya kita namun kita bisa melihat diri kita dan mematutkan diri juga, tentu kalau kita mau ... selamat idul fitri semuanya, mohon maaf lahir dan batin...



courtesy: iberita.com

No comments

Powered by Blogger.