Header Ads

Nyunset di Bukit Gupit, Bukit Paralayangnya Jogja





Pantai Parangtritis Jogja adalah salah satu tempat wisata favorit bagi wisatawan yang datang ke Yogyakarta hingga selalu penuh dengan wisatawan terutama di hari libur dan weekend, kalian mungkin pernah merasakannya.

Selain tempatnya yang tidak begitu jauh dari pusat kota, akses jalan yang mulus kaya pipinya Raisa serta nama yang memang sudah terkenal kaya Raisa (lagi) maka sangat wajar kalau Paris (Parangtritis) van Java yang penuh misteri ini jadi jujugan utama wisatawan.

Namun menikmati Pantai Prangtritis sebenarnya tidak hanya bisa dilakukan dengan berjemur, bermain air ataupun berkeliling dengan kuda karena ada cara lain yang harus dicoba untuk menikmatinya yaitu melihat dari ketinggian memalui Bukit Gupit atau lebih dikenal bukit Paralayang.

Udah pada tau belum dimanakah bukit gupir bin paralayang itu?

Penyebutan bukit gupit (nama asli) sebagai bukit paralayang (nama panggilan) tidak lain karena di waktu-waktu tertentu bukit tersebut dijadikan start oleh para pelaku olahraga ekstrim tersebut.

Lokasi Bukit Gupit sendiri sebenarnya tampak cukup jelas walaupun kadang kurang diperhatikan, kasian ya...

Jadi jika kalian berada di pantai Parangtritis tengoklah sisi timur pantai dan di sana ada sebuah bukit yang membentang dan biasanya sih menjadi background jika berfoto-foto dari pantai Parangtritis.

Bukit yang secara administratif masuk wilayah Gunungkidul tersebut menjadi salah satu alternatid untuk menikmati parangtritis dan sunset.

Dengan ketinggian mencapai 900 Mdpl, dari sana pemandangan pantai parangtritis serta laut selatan akan terlihat luas dan lebar.

Selain itu dengan menghadap ke barat maka tempat ini menjadi spot yang sangat pas untuk menikmati matahari tenggelam, tentu saja lebih enak bareng pacar atau teman, jangan sendirian. Ingat Jangan Sendirian. Nanti dikira mau bunuh diri malah..

Di atas bukit tersebut sendiri sudah dibangun landasan dari beton sehingga sangat nyaman untuk duduk-duduk menunggu senja dan menikmati pemandangan (sekali lagi jangan sendirian).

Bukit Gupit sendiri awalnya hanyalah bukit biasa diantara jajaran perbukitan yang menemboki pantai selatan, alkisah pada tahun 1991 bukit dipercantik dan dibangun untuk start olahraga paralayang dengan mebuat landasan dari beton.

Pembangunan dilanjutkan dengan membuat bangunan pendukung seperti tangga dan pendopo joglo serta tempat parkir sekitar tahun 1998.

Para pegiat olahraga paralayang sendiri tidak setiap hari beraksi karena mereka sangat bergantung pada angin, biasanya sih mereka melakukan aksi olahraga ekstremnya tersebut pada bulan Desember-Februari ketika cuaca cerah dan angin bertiup kencang.

Namun dengan ketidak pastian suhu dan cuaca bulanan dalam berapa waktu belakangan juga menjadikan para pelaku olahraga tersebut tidak memiliki jadwal tetap, gak enak emang kak digantung...

Lalu kapan sih enaknya nongkrong di sini?

Waktu yang tepat tentu saja mulai pukul 16.00 WIB karena anda bisa memilih spot yang memang tidak terlalu luas di sana, dan dapat mengikuti detik-detik ditelannya sang surya oleh cakrawala, disarankan jangan datang sendirian takutnya dikira mau bunuh diri.

Akses menuju lokasi sebenarnya cukup mudah dicari, dari Jalan utama Parangtritis pengunjung tinggal mengikuti jalan tersebut ke arah timur menuju arah Wonosari, nanti sesampai di pertigaan Girisubo akan ada papan penunjuk menuju bukit paralayang dan Queen Resort dan anda tinggal belok ke kanan

Pengunjung kemudian akan melewati jalan kampung berupa beton yang di beberapa tempat sudah agak rusak.
Jalan juga mulai lebih menanjak dan terus naik disarankan untuk menggunakan kendaraan yang kuat untuk menanjak.

Sekitar 1 KM dari pertigaan akan ditemukan bangunan joglo di sebelah kanan jalan yang juga sebagai tempat parkir Bukit Gupit.

Dari tempat parkir pengunjung tinggal menuruni tangga yang tidak terlalu tinggi dan hanya sekitar 100 meter.

Tidak ada tarif yang dikenakan untuk melihat keindahan pantai selatan dari tempat ini, pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir sebesar 3000 rupiah untuk sepeda motor.

Sudah pingin ke sana?.
detik.com






1 comment:

Powered by Blogger.