Header Ads

Yang Fana Adalah Waktu, Yang Kekal adalah Cinta

Sepakbola adalah olahraga yang diidentikkan dengan kemaskulinan yang sangat dekat dengan kekerasan dan kontak fisik. Mungkin kontak fisik yang ada memang tidak sekeras american football namun jelas butuh fisik dan stamina prima untuk mampu bermain di dunia sepakbola apalagi di level tertinggi.


PFA atau asosiasi pemain sepakbola profesional pernah merilis data bahwa rata-rata umur pensiun pemain sepakbola di liga inggris adalah 35 tahun.

Hasilnya tak banyak pemain yang bertahan di level tersebut, yang tersisa biasanya adalah kiper pemilik posisi paling istimewa dalam sepakbola seperti bagaimana kita melihat Gigi Buffon ataupun Casillas yang terus mengisi starting eleven dari pekan ke pekan.

Namun angka dan statistik tersebut nampaknya hanya sekedar angka saja bagi legenda hiduo sepakbola Jepang, Kazuyoshi Miura.
Di usia yang akan menginjak kepala 5 bulan depan, dia masih aktif bermain bersama pesepakbola yang sudah seumur anak-anaknya, terbaru dia baru saja menandatangani kontrak selama 1 tahun dengan Yokohama FC.

Istimewanya, penandatanganan kontraknya bukan hanya sebagai pemain kehormatan namun benar-benar pemain aktif. Artinya dalam ulang tahun ke 50 nya pada 26 Februari 2017, King Kazu panggilan akrabnya akan mencatat rekor sebagai pemain sepakbola profesional aktif tertua di dunia.

"Saya berharap untuk terus berjuang dengan sekuat tenaga bersama-sama dengan orang-orang yang terlibat dengan klub, rekan-rekan dan pendukung yang selalu memberi saya dukungan," ucap King Kazu seperti dikutip dari BBC beberapa waktu yang lalu.

Pemain yang berposisi sebagai striker dan pernah malang melintang mulai dari Brazil, Italia, Kroasia hingga Australia ini di musim 2016 tercatat masih bermain sebanyak 20 kali dengan catatan dua gol.
Statistik tersebut tentunya lebih dari baik untuk ukuran pemain yang rambutnya sudah hampir memutih semua karena uban, padahal dia sendiri sudah pensiun dari timnas Jepang pada tahun 2000 saat protagonis Jepang saat ini Shinji Kagawa bahkan belum genap berusia 10 tahun.

Tidak ada yang tau pasti apa resep King Kazu hingga mampu bertahan sejauh ini, namun selain pila hidup sehat dan latihan rutin rasa cinta lah yang mungkin mampu membuatnya bertahan sjauh itu.

Hal itu lah yang juga sempat diucapkan salah satu veteran lain yaitu John Burridge yang hingga saat ini masih tercata sebagai pemain tertua yang tampil di divisi tertinggi liga inggris saat membela Manchester City di usia 43 tahun pada tahun 1995.

"Saya cinta bola. Saya tidak punya ketertarikan pada golf atau pacuan kuda, tidak ada ketertarikan pada yang lain. Hidupku adalah sepakbola, berlatih untuk sepakbola, seluruh hidupku dibangun di sekeliling sepakbola dan ketika ini semua berakhir tidak ada apa-apa lagi. Untuk apa lagi hidup?," ujar Burridge pada tahun 1995.

Belajar dari kisah Burridge dan Kazu, bolehlah kita meminjam sajak Sapardi Djoko Darmono maka yang fana adalah waktu, yang kekal adalah cinta.

Salah hormat King Kazu.

No comments

Powered by Blogger.