Header Ads

sungkeman itu

hari ini tepat tanggal 3 syawal bagi orang-orang yang 1 syawalnya hari kamis kemaren termasuk saya tentunya, dan hari ini lumayan melelahkan karena seharian keliling nganter bapak-ibu tersayang keliling buat silaturahim ke sodara dan para guru-guru
bagi kita masyarakat jawa pada khusunya dan indonesia pada umumnya syawal yang berarti idul fitri alias lebaran tentunya tidak lepas dari tradisi sungkeman dan halal bi halal ataupun silaturahmi yang dalam bahasa jawanya bisa dibahasakan sebagai nyambung sanak, sebuah tradisi mulia yang bukan hanya bernilai ardhi alias hablumminannas tapi juga pada akhirnya terhubung dengan ibadah samawi alias hablumminallah
menurut Dr.Umar Kayam budayawan yang juga merupakan guru besar di UGM menyatakan bahwa tradisi Lebaran merupakan terobosan akulturasi budaya Jawa dan Islam. Kearifan para ulama di Jawa mampu memadukan kedua budaya tersebut demi kerukunan dan kesejahteraan masyarakat. Akhirnya tradisi Lebaran itu meluas ke seluruh wilayah Indonesia, dan melibatkan penduduk dari berbagai pemeluk agama. budaya sungkeman memang sangat lekat dengan budaya jawa itu sendiri, Makna sungkeman" sendiri berasal dari kata sungkem yang bermakna "bersimpuh atau duduk berjongkok sambil mencium tangan". Dalam budaya Jawa, seseorang sungkem kepada orang lebih tua bukan merupakan simbol kerendahan, tapi melambangkan penghormatan dan wujud permohonan maaf. karena itu budaya sungkeman lebaran sendiri proses yang muda bertamu ke yang tua bukan sebaliknya, bagaimanapun kasta sosialnya membedakan. sebagai contoh seorang lurah pun akan tetap keliling kampoung dan sowan kepada sesepuh desa sekalipun sesepuh desa tersebut hanya rkayat jelata yang miskin, dan hal ini masih berlangsung dengan hikmat di kampung saya suatu hal yang saya syukuri
hubungan erat sungkeman dan menghormati yang tua sedikit banyak mengingatkan saya pada kisah ajaib nabi muhammad SAW yaitu isra mikraj yang menentukan kehidupan ibadah kita sendiri. singkat cerita nabi naik ke sidratil muntaha dengan melewati 7 langit dan tiap langit beliau "sungkem" pada sesepuhnya seperti nabi adam pada langit ke-1 sampai nabi ibrahim di langit ke-7 sebelum sampai di sidratil muntaha dan menerima surat perintah sholat. di beberapa hikayat disebutkan nabi muhammad SAW awalnya menerima perintah sholat 50 rokaat lalu beliau turun dan bertemu nabi musa yang lalu menyarankan dimintakan keringanan hingga jadilah sholat yang kita jalani sekarang sejumlah 17 trakaat dalam 5 waktu. wallahu a'lam bisshowab. namun ada hal yang menjadi titik poin dimana nabi muhammad yang merupakan sayyidul ambiya (pemimpin para nabi) yang bertugas sebagai penutup semua ajaran nabi terdahulu pun masih menaruh takdzim pada sesepuhnya, lalu momen dimana nabi mendengar pendapat nabi musa sebelum meminta keringanan sholat kepada allah bukan sama sekali menunjukkan bahwa allah lalai ataupun nabi musa lebih pintar dan nabi muhammad masih lugu, bukan sama sekali ini justru menunjukkan bahwa allah ingin menunjukkan bagaimana semua itu ada prosesnya dan kamu gak bisa meninggalkan orang yang lebih tua, takdim pada orang yang lebih tua itu intinya!
budaya sungkeman sendiri menurut beberapa sumber yang saya baca berasal dari jawa dan meneybar ke seluruh indonesia, dan hanya di indonesia. alkisah menurut sebuah sumber yang dekat dengan Keraton Surakarta, bahwa tradisi halal bihalal mula-mula dirintis oleh KGPAA Mangkunegara I, yang terkenal dengan sebutan Pangeran Sambernyawa. Dalam rangka menghemat waktu, tenaga, pikiran, dan biaya, maka setelah salat Idul Fitri diadakan pertemuan antara Raja dengan para punggawa dan prajurit secara serentak di balai istana. Semua punggawa dan prajurit dengan tertib melakukan sungkem kepada raja dan permaisuri. hal ini kemudian ditiru oleh para priyayi dan bangsawan yang terus menerusa berjalan dan diteruskan oleh organisasi-organisasi islam di masa pergerakan yang terus berkembang sampai saat ini
betapa indahnya idul fitri di indonesia, kita benar-benar dimurnikan se murni-murninya...lahir batin... ardhi samawi... hablumminnallah habluminanas...
semoga budaya ini tidak habis dimakan zaman...
dan terakhir allah itu maha pengampun sebesar apapun salahmu allah pasti memaafkan,namun untuk dosa antar manusia allah akan mengampuni ketika dosa natar manusia tersebut sudah dimaafkan oleh orang yang bersangkutan... karena itu maafin saya ya...

*dikutip dari berbagai sumber link link

No comments

Powered by Blogger.