indonesian ramadhan: silang sengkarut politik budaya dan ekonomi
gak kerasa ramadhan udah mau habis aja,sebenarnya aku jarang ngitung sih ini ramadhan udah hari ke berapa tapi dari gencarnya berita arus mudik dan kenaikan harga, serta hampir selesainya rangkaian cerita dari iklan produk sirup dan rokok kita jadi tau ramadhan hampir berakhir, dan gak perlu sidang isbat bro hehe.
ah aku jadi merenung ramdhan ini udah ngapain aja,lebih banyak tidurnya sih ya, tapi gapapa ibarat kita jalan ke masjid dari kost-kost an yang penting jalan gak mampir maksiat aja pahalanya banyak,begitu pun melewati waktu sahur-berbuka gak maksiat aja udah bagus banget hehe
namun ramadhan di negeri kita bukan cuma itu, bukan cuma sebatas puasa, tarawih, tadarus dan hal-hal yang bersifat samawiyah semata, di indonesia masalah ramdhan sudah menjadi silang sengkarut politik ekonomi dan budaya.
susah kan?jadi gampangnya gini.
dari awal penentuan ramdhan sendiri yang harusnya menjadi ajang kearifan seakan menjadi agan arogansi masing-masing kelompok, yang muhammadiyah sudah menentukan jauh-jauh hari, yang NU bersama pemerintah masih nekat mengundang bersama fihak lain hasilnya? akhirnya yang ada adu argumen yang ditonton jutaan rakyat adu pinter adu bener, padahal sesuai pepatah beda guru beda ilmu, mereka pinter semua tahu semua kok ya masih diterusin, look familiar with something call "politics" ah itu baru babak pertama besok sore bakal ada babak kedua tuh, siap-siap aja kosongin jadwal kalian dont miss it! nyesel gak nonton!
itu baru awal setelah ramadhan berjalan, sebagai bulan suci maka tempat hiburan malam dan warung makan banyak yang dianjurkan ditutup tapi ya mereka butuh duit mereka buka trus ada yang ngamuk deh dibaleslah pihak yang lain, mati lah mereka...masalah FPI sendiri bukan maslah baru namun selalu mentok tanpa kejelasan, padahal nyawa udah melayang darah tertumpah rumah terbakar, yah denger-denger sih mereka memang dibikin dan di beking in, hmm politics again
kalo itu menyangkut sekelompok masyarakat tertentu ada masalah yang menyangkut hajat hidup orang banyak, berkumpul dan silaturahim dua hal yang menjadi sunah muakkad bagi tiap muslim indonesia (saya mengatakan ini karena setahu saya di luar negeri tidak ada budaya seperti ini, indahnya budaya nusantara pingin minta maaf sama silaturahim aja dibuatin acara sendiri kurang akur pie wong indonesia?) adanya dua hal tersebut akhirnya berhubungan langsung dengan kurangnya pemerataan pembangunan dan maraknya migrasi daerah, akibatnya muncullah mudik lebaran yang sangat istimewa tersebut ya dibilang sangat istimewa karena melibatkan jumlah pemudik yang sangat banyak dalam waktu bersamaan ini masih dibarengi kurangnya jumlah angkutan umum yang bisa melayani mereka semua sehingga efek domino yang timbul adalah penggunaan kendaraan pribadi mobil bagi yang mampu motor bagi yang kurang mampu. efek domino ini berlanjut banyaknya orang yang gagal berlebaran di kampung namun malah berlebaran sama yang maha kuasa dari catatan yang saya tahu tahun lalu ada sebanyak 867 orang meninggal selama masa mudik lebaran dan jumlah tahun-tahun sebelumnya pun tidak jauh-jauh dari angka tersebut, ini menyangkut nyawa orang lalu siapa yang salah? - untunglah saya masih rodo waras kalo gak mungkin saya sudah menduh ini kospirasi freemason, zionis, illuminati, NWO atau whatever lah haha. jadi siapa yang salah? ah ini bukan yuridiksi saya untuk menjawabnya
efek domino ramdhan-lebaran sendiri tidak berhenti di situ, mudik yang bertujuan untuk silaturahim dan kumpul keluarga tentunya perantau yang pulang mudik gak akan pulang kosongan apalagi status sebagai pekerja membuat mereka memiliki beban mental akhirnya keluarlah imigran syndrom (ini istilah saya sendiri gak bakal nemu di google hehe) baju baru, kendaraan baru dan hal lain yang baru. hal ini bukan satu arah yang di rumah pun gak kalah heboh menyiapkan makanan, baju, perabotan dan tampilan rumah yang baru, everithing change
jika sesuai hukum ekonomi permintaan naik=harga naik, maka sangat dipahami kalau sekarang harga daging mencapai 120.000 harga cabai menacapai 90.000 apalagi ini berdekatan sekali dengan kenaikan harga BBM, campur tangan freemason? wekekeke *saya akan membahas tentang ekonomi ini lain waktu ya
tapi bagaimanapun lebaran tetaplah lebaran, yang penuh bahagia dan kebarokahan bagi siapapun, namun di sisi lain indonesia tetap indonesia yang penuh masalah
jadi terimalah ramadhan-lebaran ala indonesia dengan segala silang-sengkarutnya...
mohon maaf lahir batin...
ah aku jadi merenung ramdhan ini udah ngapain aja,lebih banyak tidurnya sih ya, tapi gapapa ibarat kita jalan ke masjid dari kost-kost an yang penting jalan gak mampir maksiat aja pahalanya banyak,begitu pun melewati waktu sahur-berbuka gak maksiat aja udah bagus banget hehe
namun ramadhan di negeri kita bukan cuma itu, bukan cuma sebatas puasa, tarawih, tadarus dan hal-hal yang bersifat samawiyah semata, di indonesia masalah ramdhan sudah menjadi silang sengkarut politik ekonomi dan budaya.
susah kan?jadi gampangnya gini.
dari awal penentuan ramdhan sendiri yang harusnya menjadi ajang kearifan seakan menjadi agan arogansi masing-masing kelompok, yang muhammadiyah sudah menentukan jauh-jauh hari, yang NU bersama pemerintah masih nekat mengundang bersama fihak lain hasilnya? akhirnya yang ada adu argumen yang ditonton jutaan rakyat adu pinter adu bener, padahal sesuai pepatah beda guru beda ilmu, mereka pinter semua tahu semua kok ya masih diterusin, look familiar with something call "politics" ah itu baru babak pertama besok sore bakal ada babak kedua tuh, siap-siap aja kosongin jadwal kalian dont miss it! nyesel gak nonton!
itu baru awal setelah ramadhan berjalan, sebagai bulan suci maka tempat hiburan malam dan warung makan banyak yang dianjurkan ditutup tapi ya mereka butuh duit mereka buka trus ada yang ngamuk deh dibaleslah pihak yang lain, mati lah mereka...masalah FPI sendiri bukan maslah baru namun selalu mentok tanpa kejelasan, padahal nyawa udah melayang darah tertumpah rumah terbakar, yah denger-denger sih mereka memang dibikin dan di beking in, hmm politics again
kalo itu menyangkut sekelompok masyarakat tertentu ada masalah yang menyangkut hajat hidup orang banyak, berkumpul dan silaturahim dua hal yang menjadi sunah muakkad bagi tiap muslim indonesia (saya mengatakan ini karena setahu saya di luar negeri tidak ada budaya seperti ini, indahnya budaya nusantara pingin minta maaf sama silaturahim aja dibuatin acara sendiri kurang akur pie wong indonesia?) adanya dua hal tersebut akhirnya berhubungan langsung dengan kurangnya pemerataan pembangunan dan maraknya migrasi daerah, akibatnya muncullah mudik lebaran yang sangat istimewa tersebut ya dibilang sangat istimewa karena melibatkan jumlah pemudik yang sangat banyak dalam waktu bersamaan ini masih dibarengi kurangnya jumlah angkutan umum yang bisa melayani mereka semua sehingga efek domino yang timbul adalah penggunaan kendaraan pribadi mobil bagi yang mampu motor bagi yang kurang mampu. efek domino ini berlanjut banyaknya orang yang gagal berlebaran di kampung namun malah berlebaran sama yang maha kuasa dari catatan yang saya tahu tahun lalu ada sebanyak 867 orang meninggal selama masa mudik lebaran dan jumlah tahun-tahun sebelumnya pun tidak jauh-jauh dari angka tersebut, ini menyangkut nyawa orang lalu siapa yang salah? - untunglah saya masih rodo waras kalo gak mungkin saya sudah menduh ini kospirasi freemason, zionis, illuminati, NWO atau whatever lah haha. jadi siapa yang salah? ah ini bukan yuridiksi saya untuk menjawabnya
efek domino ramdhan-lebaran sendiri tidak berhenti di situ, mudik yang bertujuan untuk silaturahim dan kumpul keluarga tentunya perantau yang pulang mudik gak akan pulang kosongan apalagi status sebagai pekerja membuat mereka memiliki beban mental akhirnya keluarlah imigran syndrom (ini istilah saya sendiri gak bakal nemu di google hehe) baju baru, kendaraan baru dan hal lain yang baru. hal ini bukan satu arah yang di rumah pun gak kalah heboh menyiapkan makanan, baju, perabotan dan tampilan rumah yang baru, everithing change
jika sesuai hukum ekonomi permintaan naik=harga naik, maka sangat dipahami kalau sekarang harga daging mencapai 120.000 harga cabai menacapai 90.000 apalagi ini berdekatan sekali dengan kenaikan harga BBM, campur tangan freemason? wekekeke *saya akan membahas tentang ekonomi ini lain waktu ya
tapi bagaimanapun lebaran tetaplah lebaran, yang penuh bahagia dan kebarokahan bagi siapapun, namun di sisi lain indonesia tetap indonesia yang penuh masalah
jadi terimalah ramadhan-lebaran ala indonesia dengan segala silang-sengkarutnya...
mohon maaf lahir batin...

pintere pinter keblinger nek wong indonesia,.nice artikel
ReplyDeletedibilang pinter kok ngono kui,dibilang bodo kok gelare akeh hehe wallahu a'lam
ReplyDeletematursuswun sudah mampir,silahkan mampir lagi