Menyusuri Goa Langse yang Eksotis nan Mistis
![]() |
| Menyusuri Curamnya Jalan Menuju Goa Langse |
Goa yang berdekatan dengan Pantai Parangtritis tersebut memang selama ini lebih dikenal dengan tempat ritual mistis daripada tempat wisata.
Tempat ini konon merupakan tempat petilasan banyak tokoh besar di masa lalu seperti Panembahan Senopati, Pangeran Diponegoro dan banyak tokoh lain.
Yang masih cukup hangat jelang Pilkada 2014, seorang paranormal yang mendampingi beberapa orang caleg asal Semarang melakukan ritual di sana jatuh ke jurang dan tewas.
Berada di tebing dan jurang yang cukup curam, butuh nyali dan persiapan cukup untuk menuju Goa Langse.
Namun kalau anda tidak ingin melakukan macam-macam ritual dan hanya menginginkan wisata yang menguras adrenalin ke Goa Langse yang masuk wilayah Gabuk Girisubo Purwosari Gunungkidul bisa jadi pilihan.
Goa Langse berada di tebing pantai selatan pulau jawa yang menghadap sisi barat dan berjarak sekitar 11 KM dari Pantai Parangtritis.
Suasana pantai, panorama laut selatan dari ketinggian dan golden sunset istimewa menjadi paronama yang ditawarkan oleh gua yang amat luas ini.
Akses menuju Goa Langse sebenarnya cukup mudah dicari, kalau anda dari Jl Parangtritis tinggal mengikuti jalan tersebut ke arah timur menuju arah Wonosari. Sssampai di pertigaan Girisubo akan ada papan penunjuk menuju Goa Langse atau Queen Resort dan anda tinggal belok ke arah kanan.
Nantinya kaliam akan bertemu dan melewati jalan kampung berupa beton yang di beberapa titik sudah agak rusak dengan kemiringan yang menaik cukup tajam.
Sekitar 1 KM dari pertigaan akan ditemukan joglo yang juga sebagai tempat parkir Bukit Gupit tempat biasa digunakan sebagai start paralayang.
Tak jauh dari sana anda akan menemukan papan penunjuk kecil yang menunjukkan Goa Langse di sisi kanan dan kalian tinggal berbelok ke kanan menerobos hutan jati milik Perhutani.
Tidak jauh dari sana kalian dapat memarkirkan kendaraanya di tempat parkir terakhir sebelum harus berjalan kaki menuju lokasi Goa Langse, yang dikelola oleh warga masayarakat sekitar.
Di tempat parkir anda diharuskan melakukan pendaftaran dahulu dan membayar biaya perawatan kepada pengelola Goa Langse sebesar 10 ribu rupiah, anda juga akan diminta KTP sebagai identitas karena banyak pengunjung yang sering bermalam hingga berhari-hari untuk melakukan meditasi di goa tersebut.
Dari tempat parkir menuju Goa Langse masih ada jarak sekitar 500 meter yang harus dilalui dengan berjalan kaki, bersiaplah karena kalian akan menemukan medan yang dilalui cukup ekstrim.
Bagi kalian yang pertama kali berkunjung bahkan pernah berkunjung sekalipun disarankan untuk mengajak guide dari penduduk lokal yang biasanya meminta ongkos 100 ribu rupiah dan tidak seperti Indomaret karena sangay bisa ditawar.
Dari tempat parkir kaalian awalnya akan membelah hutan jati milik perhutani spenjang sekitar 200 meter.
Pemacuan adrenalin sebenarnya akan kalian dapatkan seusai kawasan hutan jati habis karena kalian harus menuruni tebing vertikal setinggi sekitar 300 meter.
Walaupun tebing yang dulu hanya dibantu dengan bambu kini sudah dibantu dengan tangga kayu serta pegangan kayu, namun kewaspadaan total dan kekuatan fisik mumpuni adalah kewajiban.
Total ada 10 buah tangga kayu yang akan membantu pengunjung dengan tinggi sekitar 4-5 meter.
Saya sangat menyarankan kalian untuk menggunakan pakaian dan perlatan yang sesuai untuk medan tebing seperti ini seperti sepatu atau sandal trekking, serta celana yang memudahkan untuk bergerak (bukan jenis celana jeans yang ketat dan susah digerakkan).
setelah melewati perjalanan yang menguras adrenalin tersebut, semua deg-degan dan kengerian akan berbalas dengan pemandangan memikat dari sisi lain pantai selatan jawa.
![]() |
| Suasana Beranda Goa Langse |
Tiga bongkahan batu karang dengan gagah berdiri di dekat goa, sementara di sisi lain Goa Langse yang eksotis dan mistis bertaburkan bau menyan juga menambah keelokan suasana goa tersebut.
Walaupun berada di tempat yang menyusahkan dijangkau, nyatanya fasilitas yang tersedia di bagian bawah sendiri cukup lengkap ada kamar mandi, mushola hingga padepokan.
Untuk makanan juga tidak perlu dikhawatirkan ada Mbok Iyem yang sehari-hari hidup di goa tersebut dan melayani kebutuhan makan dan minumn pengunjung mulai dari teh sampai mi instan.
Kono sejak muda Mbol Iyem sudah tinggal dan menetap di sana guna mengabdi kepada leluhur penghuni Goa Langse.
Goa ini sendiri masih belum banyak dikenal kalangan luas dalam sehari paling banyak hanya ada belasan pengunjung umum, sementara kebanyakan pengunjung yang lain adalah orang yang hendak mencari ketentraman dengan bersemedi.
Jadi kalau pingin nyari tempat wisata jogja yang lain, unik dan tentunya anti-mainstream ya ke Goa Langse aja.



Dari sekian banyak gua di Jogja aku belum berani ke sini karena masih sayang nyawa, hahaha :D.
ReplyDeletemesti dicoba lur, sayang kalau gak dicoba
Deleteasala badan sehat dan hati-hati aman kok