Berburu Kuliner Seantero Nusantara di Pameran Pangan Nusa 2016
Kopi Kayu Aro asal Kerinci Jambi konon katanya adalah salah satu teh paling enak di dunia, namun hingga kemarin saya belum pernah merasakannya.
Ditanam secara khusus di lereng Pegunungan Kerinci yang jauh dari tempat tinggal saya di Jogja ditambah dengan jarangnya saya main ke Sumatera (terakhir sih ke Lampung, udah 5 tahun lalu kayaknya).
Kemarin saya akhirnya merasakan teh yang sejak lama saya inginkan itu langsung dari produksinya, ternyata rasanya memang sedap dengan aroma wangi yang pas.
Tentu saja saya tidak datang langsung ke kerinci atau memesan lewat online tapi saya datang dan diseduhkan langsung oleh petugas di Stand Jambi pada gelaran Pameran Produk Dalam Negeri dan Pangan nusa Regional di lapangan parkir Stadion Mandala Krida Yogyakarta sejak kemarin Kamis (6/9/2016) hingga Minggu (9/10/2016) tadi.
Pameran yang digelar ketiga kalinya digelar Kemendag RI tersebut kali ini digelar di Yogyakarta setelah dua edisi sebelumnya sukses digelar di Pulau Andalas.
Ada 120 stand makanan dan kerajinan dari berbagai daerah mulai Aceh hingga NTT yang didatangkan dari daerah asalnya dengan harga yang terjangkau.
Selain Teh Kayu Aro, ada pula kopi asli aceh yang disediakan di stand milik Aceh, bersama dengan cemilan lain seperti keripik kepiting.
Bergeser ke stand Sulawesi Selatan kalian bisa mendapatkan aneka bumbu makanan khas Sulawesi Selatan yang sudah terkenal kelezatannya sepeeti Coto Makassar dan Sop Konro.
Tak lupa minuman yang tak kalah lezat dari Makassar yaitu sirup markisa yang terkenal enaknya.
Di stand Sumatera Barat ada rendang daging kalengan asli Padang yang bisa bertahan hingga 6 bulan dan harganya hanya 50 ribu rupiah yang berisi 6 potong daging.
Masih di stand yang sama tersedia pula beragam keipik lhas Solok yang sangat sayang untuk dilewatkan.
Naluri belanja dan penggemar kuliner saya berontak, sayangnya dompet saya sedang tipis dan lebih banyak diisi oleh nota pembelian mulai pembelian kipas angin yang masih digaransi hingga nota-nota laundry yang harus dikumpulkan demi gratis 2 kg haha.
Akhirnya setelah berkeliling selama hampir satu jam saya cuma menghabiskan 42 ribu rupiah untuk satu pak teh Kayu Aro Resto kualitas halus 500 gr seharga 12 ribu rupiah dan Kopi Luwak Tungkal Jambi seharga 30 ribu rupiah.
Selain itu beberapa makanan menggiurkan lain seperti Sop Konro, Telur Balado dan lainnya berhasil saya cicipi dalam bentuk tester hehe.
Pameran kali ini bukan hanya menyajikan makanan namun juga dipenuhi banyak produk UMKM dari beragam daerah seperti kerajinan tangan khas masing-masing daerah yang berkumpul di sini.
Pengunjung sendiri sejal hari awal hingga hari terakhir nampak terus memadati 120 stand yang ada.



Post a Comment