Header Ads

Jelajah Pesisir Gunungkidul #2 Pantai Wediombo, Laguna dan Selancar

Keindahan Panorama Pantai Wediombo dari mata Zendone 2 Laser

Setelah terusir oleh alam dengan guyuran hujannya dari Pantai Pelabuhan Sadeng, tim kami yang belakangan dinamakan drone army melanjutkan perjalanan ke tujuan selanjutnya yaitu Pantai Wediombo yang ada di Balong Girisubo Gunungkidul tak sampai setengah jam dari Sadeng.

Pantai yang terkenal dengan pasir putihnya yang luas dan ombak yang besar serta sunset yang indah
ini juga direncanakan menjadi tempat kami bermalam, tentu saja di alam terbuka karena tidak ada penginapan di sana dan juga tidak ada anggaran untuk penginapan.

Pergi dari Pantai Sadeng jelang petang kami sampai di Pantai Wediombo jelang gelap walaupun begitu nampaknya petugas retsribusi belum habis masa kerjanya, kami masih ditarik lima ribu per orang.

Setelah memarkirkan mobil di halaman terbawah tepat di depan papan tulisan Pantai Wediombo kamipun langsung mengangkut barang-barang ke bagian bawah pantai dengan melewati tangga yang lumayan banyak namun kondisinya sudah bagus.


Sampai di bawah keinginan membuka tenda di pinggir pantai musnah melihat tingginya gelombang air laut yang saat itu tengah pasang sampai tepi pantai, ditambah salah seorang tim SAR setempat yang mendatangi untuk memperingatkan hal yang sama. Jadinya resmi sudah doom ukuran 5 orang yang sudah dibawa bakal nganggur.

Akhirnya salah satu warung di dekat jalan utama dijadikan target kita untuk menurunkan barang, sementara yang lain jaga barang aku dan beberapa orang berangkat ke mushola yang ada di sebelah selatan (pantai Wediombo memang lain karena ngadepnya serong ke barat bukan ke selatan kaya yang lain ini yang bikin sunset di sini katanya bagus, sayang kita ke sini pas hujan dan gak dapet sunset).

Saat menuju mushola lah kita nemuin beberapa gazebo yang siangnya biasa digunakan warung kosong melompong dengan kondisi yang masih baru (kata temen yang setahun lalu ke sini mushola dam gazebonya belum ada), dan akhirnya kita putuskan jadi tempat bermalam kita.

Mungkin inilah yang namanya ibadah membawa berkah hehe

Tidak banyak yang bisa dilihat dan dilakukan malam itu selain bikin mie ngopi dan ngobrol yang kadang sudah pating sliwer setelah menempuh perjalanan panjang Jogja-Wonosari-Sadeng-Wediombo.

Oh iya di sini sama sekali tidak ada sinyal handphone apalagi internet, itu pula yang membuat saya sempat naik ke permukaan sebentar karena ada yang mau nyari sinyal.

Menikmati tidur berdinding alam dengan hembusan angin laut dan suara ombak sebagai pengiringnya ternyata enak juga.

Sebagai orang yang beberapa kali naik gunung, tidur di alam bukanlah hal yang baru. Namun tidur di alam dengan dinding terbuka ternyata tidak kalah kengasikkan daripada harus tidur dalam tenda dengan sb lengkap seperti kepompong.

Paginya barulah keindahan itu nyata, pantai pasir yang luas menyambut mata yang terbuka, beberapa muda mudi nampak sudah mruput di pojokan dan memandang aneh pada kami.


Beberapa batu karang yang menyembul di sekitar ujung-ujung perairan yang diapit dua bukit karang menjadi hiasan indah ciptaan tuhan.



Setelah sarapan seadanya dan kerjo secukupnya, kita pun melanjutkan perjalanan menuju laguna Wediombo yang sudah terkenal itu dengan berjalan kaki.

Jarakanya sendiri cukup jauh, mungkin ada 20 menit berjalan kaki dari pintu utama atau sekitar 1 km ke kiri dengan menyusuri tepian pantai sebelumnya barang-barang kita yang setumpuk sudah kita titipkan di warung yang sudah mulai buka.

Yang disebut laguna itu sendiri adalah celah dan cekungan antar karang besar di tepi pantai yang membuat sebuah kolam renang alamiah dimana airnya berasal dari cipratan ombak besar yang mengalir ke sana, detik-detik ombak besar menghantam karang dan membuat air mengalir ke dalam laguna adalah detik ritmis yang sangat indah.


Sayangnya waktu itu gelombang sedang pasang sehingga air dalam laguna juga lebih tinggi dari biasanya dan menyebabkan orang cukup takut untuk mandi, jadinya hanya sayalah yang sempat mandi dan berenang di sana dengan sakgeleme dewe.

Sebagai orang yang tidak sadar kalau karang itu berbahaya saya baru sadar kalau banyak bagian kulit yang tergores oleh batu karang mulai kaki hingga tangan, pelajaran saja buat semuanga yang mau mandi di laguna sini baiknya hati-hati karangnya tajam setajam silet....

Puas berenang kita kembali ke tempat kita menitiplan barang sekaligus mencari sarapan yang serius, dan akhirnya kita benar-benar diberikan makanan yang sangat serius karena porsinya sepiring penuh (tapi tetap habis juga akhirnya haha).

Sambil makan kita juga mulai melihat para peselancar yang mulai beraksi dengan papannnya, buat aku sendiri ini pertama kali melihat secara langsung orang berselancar di laut walaupun kelihatannya mereka hanya main-main karena standarnya jelas jauh dari yang ada di film Baywatch idola haha.

Santai kaya di pantai

Pantai Wediombo memang menjadi satu daris edikit pantai yang dijadikan ajang surfing di Gunungkidul, tempat penyewaan alat surfing sendiri disediakan di sana dengan harga hanya 35 ribu rupiah kalau saya tidak salah dan itu di hari normal bukan weekend.

Saya sendiri sama sekali tidak berminat menjajalnya, cukup melihat ambil dan memvideo saja sudah cukup bagi saya.

Mangkat surfing sek lek...

Kerja cukup, ambil gambar cukup dan ngecas sudah lumayan saat jam menunjukan pukul 09.30 WIB ketika kita memutuskan meninggalkan Wediombo dan melanjutkan perjalanan lain.



Sebagai sopir tentu saja tugas saya mengambil mobil yang sejak semalam dititipkan di rumah warga dan ketika diambil ternyata biayanya hanya 15 ribi rupiah, cukup murah untuk menginap di tempat wisata.

Secara umum Pantai Wediombo ini cukup memuaskan bagi wisatawan karena suguhannya memang lengkap sekali, saya punya keinginan untuk camping di sini lagi tentu saja ketika cuaca sudah bersahabat dan berharap bisa mendapatkan sunset yang indah setelah kali ini gagal hehe.

Perjalanan kita akan berlanjut ke Pantai Sadranan, tunggu ya nanti kita ceritakan lagi ketika saya sudah rodo selow dan penuh isnpirasi.

Baca juga penjelajahan pertama kita di Pantai Pelabuhan Sadeng



2 comments:

  1. Kalau biaya parkir khan 15 ribu , kalau tiket masuk ke lokasi wisatanya berapa gan ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. parkir 15 ribu cuma kalau nginep gan, kalau gak nginep kayanya gak sampai segitu

      kalau masuk 5 ribu aja

      Delete

Powered by Blogger.